Penanganan kanker prostat berkembang seiring hadirnya teknologi bedah robotik terkomputerisasi di ruang operasi. Metode ini memadukan keahlian dokter spesialis urologi dengan instrumen robotik yang fleksibel, terutama untuk bekerja di area panggul yang sempit.
Bagi Anda yang ingin memahami teknologi ini lebih jauh, informasi robotic surgery rs bunda dapat menjadi salah satu bahan awal sebelum berdiskusi dengan dokter. Prostatektomi radikal berbantuan robot, atau pengangkatan prostat dengan bantuan robot, dilakukan dengan dokter mengendalikan instrumen miniatur melalui konsol khusus.
Dibandingkan bedah terbuka maupun laparoskopi standar, pendekatan robotik memiliki beberapa keunggulan yang dapat mendukung proses operasi dan pemulihan. Berikut lima manfaat yang perlu Anda ketahui.
1. Tingkat Presisi Pemotongan Tinggi
Instrumen pada sistem robotik memiliki rentang gerak yang luas. Lengan robotik dapat berputar hingga 540 derajat dan menyaring getaran alami tangan dokter bedah. Sementara itu, kamera berkualitas tinggi yang digunakannya dapat menampilkan gambar tiga dimensi dengan pembesaran hingga 10 kali, sehingga dokter dapat melihat detail area prostat dengan lebih jelas.
Ketelitian tersebut membantu dokter mengangkat jaringan kanker sambil menjaga jaringan sehat di sekitarnya. Jahitan yang menyambungkan saluran kemih dengan kandung kemih juga dapat dilakukan dengan lebih rapat.
2. Minim Luka Sayatan Operasi
Bedah robotik termasuk prosedur minimal invasif, artinya operasi dilakukan melalui sayatan kecil, bukan sayatan besar seperti pada bedah terbuka. Dokter biasanya membuat empat hingga enam sayatan, masing-masing berukuran kurang dari satu sentimeter. Kamera dan instrumen robotik kemudian dimasukkan melalui lubang tersebut untuk melakukan pengangkatan prostat.
Sayatan yang lebih kecil mengurangi trauma pada otot dan dinding perut. Dampaknya, pasien dapat merasakan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan dan kebutuhan terhadap obat pereda nyeri golongan narkotik dapat berkurang. Bekas sayatan berukuran kecil juga dapat sembuh dan memudar dengan lebih baik.
3. Risiko Pendarahan Jauh Lebih Rendah
Prostat dikelilingi jaringan pembuluh darah vena yang dapat mengalami perdarahan saat operasi. Dalam bedah robotik, gas karbon dioksida dipompa ke rongga perut untuk memberi tekanan lembut pada pembuluh darah vena. Instrumen robotik juga dapat membantu dokter melihat serta menghentikan perdarahan dari pembuluh kecil dengan kauterisasi, yakni tindakan menggunakan panas untuk menutup pembuluh.
Kombinasi visualisasi yang jelas dan kontrol perdarahan ini membuat rata-rata kehilangan darah selama operasi, menurut sumber, berada di bawah 200 cc. Risiko pasien memerlukan transfusi darah tambahan juga disebut menurun secara signifikan. Kondisi volume darah yang lebih terjaga membantu mempertahankan kestabilan sirkulasi selama pasien menjalani anestesi.
4. Pemulihan Pasien Lebih Cepat
Kerusakan jaringan lunak yang minimal dapat mendukung pemulihan fisik setelah operasi kanker prostat. Sebagian besar pasien, menurut sumber, dapat pulang dalam 24 hingga 48 jam. Pasien juga dapat mulai bangun dan berjalan perlahan pada hari yang sama setelah operasi, sebagai salah satu upaya mencegah penggumpalan darah.
Kateter urine umumnya dilepas sekitar tujuh hari setelah pembedahan. Masa rawat inap yang lebih singkat dapat menekan potensi paparan bakteri di rumah sakit. Sumber juga menyebutkan pasien rata-rata dapat kembali beraktivitas dan bekerja rutin dalam dua hingga tiga minggu, meski waktu pemulihan dapat menjadi bahan pembicaraan dengan dokter sesuai kondisi masing-masing.
5. Kurangi Risiko Efek Samping
Inkontinensia urine, atau kesulitan mengendalikan buang air kecil, dan disfungsi ereksi merupakan efek samping yang dapat terjadi setelah operasi prostat. Teknik nerve-sparing bertujuan mempertahankan saraf dan otot sfingter uretra di sekitar prostat. Dengan tampilan tiga dimensi yang diperbesar, dokter dapat mengidentifikasi serat saraf kecil dan bekerja lebih hati-hati di area tersebut.
Pelestarian saraf dan jaringan pendukung dapat membantu pemulihan fungsi kandung kemih serta fungsi seksual. Sumber menyebut pasien bedah robotik menunjukkan pengembalian kendali buang air kecil yang lebih cepat dalam beberapa bulan pertama setelah operasi. Namun, hasil pemulihan tetap perlu dibahas dengan dokter yang memahami kondisi dan kebutuhan medis Anda.
Konsultasi dengan Dokter
Bedah robotik mengutamakan ketelitian dan upaya menjaga jaringan penting di sekitar prostat. Meski begitu, prosedur ini tidak dapat ditentukan hanya dari informasi umum. Evaluasi klinis oleh ahli urologi diperlukan untuk menilai kondisi medis Anda dan membahas pilihan penanganan yang tersedia.
Jika Anda mempertimbangkan bedah robotik, jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis urologi di RS Bunda. Anda dapat merencanakan kunjungan melalui situs bunda.co.id atau aplikasi OneBunda, serta menghubungi Call Center RS Bunda di 1-500-799 untuk informasi layanan dan pendaftaran.