8 Ciri Rumah Sakit Ibu dan Anak yang Aman untuk Proses Persalinan

Periode menjelang persalinan adalah waktu krusial bagi keselamatan ibu dan bayi. Periode adalah waktu terpenting untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi baru lahir, sekaligus mencegah bayi lahir mati. Pada 2016, WHO merumuskan delapan standar mutu yang dapat membantu Anda menilai rumah sakit ibu dan anak seperti RS Bunda, sebelum menentukan tempat bersalin. 

Ingin tahu apa saja ciri tersebut? Sila simak ulasan berikut sampai selesai. 

1. Memberikan Asuhan Persalinan Berbasis Bukti

Ciri pertama rumah sakit persalinan yang aman ialah memberikan asuhan medis berdasarkan bukti ilmiah. Standar pertama WHO menetapkan bahwa ibu dan bayi baru lahir perlu menerima asuhan rutin berbasis bukti selama persalinan, kelahiran, dan masa awal setelah persalinan. Prinsip ini juga berlaku saat tenaga medis menangani komplikasi, dengan mengikuti pedoman WHO. 

Penerapan standar ini dapat dilihat melalui pemeriksaan rutin selama proses persalinan dan setelahnya. Dengan begitu, Anda dapat menanyakan bagaimana rumah sakit memastikan pemeriksaan berlangsung sesuai kebutuhan pada setiap tahap.

2. Memiliki Sistem Informasi yang Mendukung Tindakan Cepat

Pengelolaan data pasien menjadi ciri penting berikutnya. Sistem informasi kesehatan perlu membantu tenaga medis menggunakan data untuk mengambil tindakan dini yang tepat bagi ibu dan bayi. Salah satu bentuk dasarnya adalah rekam medis yang lengkap, akurat, dan terstandar untuk setiap ibu serta bayi baru lahir. 

Data yang terkumpul perlu diolah agar dapat menjadi umpan balik bagi tim medis. Standar ini mencakup mekanisme pengumpulan dan analisis data, serta penyampaian umpan balik di rumah sakit. Mekanisme tersebut membantu rumah sakit mengenali celah dalam layanan. 

3. Menjalankan Sistem Rujukan yang Berfungsi

Rumah sakit yang aman perlu siap merujuk ibu atau bayi jika kondisi mereka membutuhkan penanganan lebih lanjut. Standar ketiga WHO menyatakan bahwa pasien dengan kondisi yang tidak dapat ditangani menggunakan sumber daya yang tersedia harus dirujuk secara tepat. Kebutuhan rujukan perlu dinilai sejak pasien masuk, selama persalinan, hingga masa awal setelah persalinan. 

Rujukan yang aman memerlukan perencanaan sebelum muncul keadaan genting. Setiap rujukan ibu dan bayi semestinya mengikuti rencana yang telah disusun sebelumnya, disertai pertukaran informasi dan umpan balik yang tepat antarfasilitas kesehatan. Hal ini membuat kesiapan rujukan menjadi salah satu hal yang dapat Anda tanyakan saat menilai layanan rumah sakit.

4. Membangun Komunikasi Efektif dengan Ibu dan Keluarga

Kualitas komunikasi tenaga kesehatan dengan ibu dan keluarga juga penting diperhatikan. Standar keempat WHO menetapkan bahwa komunikasi perlu efektif serta menjawab kebutuhan dan preferensi mereka. Koordinasi perawatan antara tenaga kesehatan dan tenaga sosial yang terlibat juga termasuk dalam standar ini. 

Komunikasi yang lemah dapat memengaruhi keputusan mengenai perawatan ibu dan bayi. Ibu juga dapat tidak dilibatkan dalam keputusan mengenai perawatan dirinya dan bayi. 

5. Menjaga Rasa Hormat dan Martabat Ibu serta Bayi

Perlakuan terhadap ibu dan bayi selama dirawat mencerminkan mutu layanan. Standar kelima WHO menetapkan bahwa keduanya perlu menerima perawatan dengan rasa hormat dan martabat yang terjaga. Artinya, hak asasi ibu dan bayi perlu dihormati sepanjang proses persalinan.

Penghormatan terhadap martabat merupakan bagian dari pengalaman perawatan, bukan hanya hasil medis. Kerangka mutu WHO membagi layanan persalinan menjadi dua dimensi yang saling terkait, yaitu pemberian perawatan dan pengalaman perawatan. 

6. Memberikan Dukungan Emosional selama Persalinan

Dukungan emosional bagi ibu dan keluarga merupakan ciri keenam. Standar keenam WHO menetapkan bahwa dukungan perlu peka terhadap kebutuhan mereka. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan ibu selama persalinan, sehingga kebijakan rumah sakit dalam mendampingi ibu patut Anda perhatikan. 

Kebijakan pendampingan di ruang bersalin dapat memberi gambaran tentang dukungan yang tersedia. Celah mutu yang sering ditemukan adalah pendamping tidak diizinkan atau tidak didorong hadir saat persalinan. Selain itu, perawatan satu tenaga kesehatan untuk satu ibu belum selalu terjamin.

7. Didukung Tenaga Kesehatan yang Kompeten dan Termotivasi

Ketersediaan sumber daya manusia menjadi unsur penting dalam layanan persalinan. Standar ketujuh WHO menetapkan bahwa tenaga kesehatan yang kompeten dan termotivasi harus selalu tersedia bagi setiap ibu dan bayi.  

Kompetensi tenaga kesehatan perlu didukung kepemimpinan yang mendorong peningkatan mutu. Ukuran standar ini mencakup penolong persalinan dan staf pendukung dengan kompetensi serta keterampilan yang sesuai. Rumah sakit juga perlu memiliki kepemimpinan manajerial dan klinis untuk menjalankan perbaikan mutu. 

8. Menyediakan Lingkungan Fisik dan Peralatan yang Memadai

Saat mempertimbangkan rumah sakit, Anda dapat mencari informasi mengenai kesiapan sarana dan peralatan yang mendukung kedua jenis perawatan tersebut.  Standar WHO menetapkan bahwa fasilitas kesehatan perlu memiliki lingkungan yang layak untuk merawat ibu dan bayi. Fasilitas tersebut mencakup pasokan air, sanitasi, dan energi yang memadai. 

Selain lingkungan, layanan persalinan memerlukan obat, perlengkapan, dan peralatan yang tersedia untuk perawatan rutin ibu serta bayi. Perlengkapan tersebut juga dibutuhkan untuk menangani komplikasi yang mungkin muncul selama persalinan.

Layanan Persalinan Komprehensif di RSIA Bunda Jakarta

RSIA Bunda Jakarta berfokus pada kehamilan dan persalinan sejak 1973. Fokus tersebut didukung Women’s Health Center yang melayani kesehatan perempuan dari masa remaja, menopause, hingga bedah invasif minimal dan bedah robotik. Komitmen pada layanan maternitas itu mendapat pengakuan melalui penghargaan The Best Hospital in Maternity Service 2021.

Keselamatan ibu dan bayi di RSIA Bunda Jakarta juga didukung fasilitas yang siaga. Rumah sakit ini mengoperasikan IGD dan ambulans 24 jam dengan tim medis berpengalaman. Bayi yang membutuhkan perawatan khusus dapat ditangani di NICU dan PICU. Tersedia pula ruang bayi dan ruang laktasi untuk mendukung masa awal setelah lahir. 

Konsultasi dengan Dokter Kandungan RS Bunda untuk Rencana Persalinan

Delapan standar WHO dapat Anda gunakan sebagai panduan objektif dalam memilih rumah sakit bersalin yang aman demi kelancaran hari persalinan kelak. Mulailah merencanakan persalinan sejak awal kehamilan bersama dokter spesialis kandungan RS Bunda dengan mengecek jadwal dan membuat janji temu melalui situs bunda.co.id maupun aplikasi OneBunda. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai persiapan serta layanan persalinan yang tersedia, silakan menghubungi Call Center RS Bunda di 1-500-799. 

Tinggalkan komentar