Review Traveloka PayLater : Solusi Akses Kredit Buat Semua Kalangan

review Travaloka PayLater
Ilustrasi dari Freepik.com

Meski hampir mirip dengan kartu kredit, PayLater belakangan ini menjadi semakin populer di masyarakat sebagai solusi pembiayaan kredit. Apalagi, berbagai platform digital saat ini menghadirkan layanan PayLater di aplikasi. Salah satu platform digital yang diketahui menghadirkan layanan PayLater sebagai salah satu metode pembiayaannya adalah Traveloka. 

Platform ini diketahui menghadirkan layanan yang disebut Traveloka Paylater, hasil kolaborasi dengan PT Caturnusa Sejahtera Finance. Selain untuk keperluan berlibur, PayLater Traveloka juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kredit laptop untuk bekerja, kredit laptop untuk mahasiswa, dan semacamnya. 

Layanan PayLater dari Traveloka dan PT CSF ini punya visi yang luas agar semua kalangan bisa mendapatkan akses kredit. Sebab, setiap kalangan berhak mendapatkan akses kredit untuk memenuhi semua kebutuhannya. 

Pertanyaannya adalah sebenarnya apa itu PayLater Traveloka? Nah, supaya lebih jelas, berikut ini pembahasannya!

Traveloka PayLater Review 

Sebagai informasi, PayLater secara umum merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membeli berbagai barang secara kredit. Layanan ini sendiri hadir pada platform Traveloka. 

Menariknya, alih-alih hanya dapat dipakai untuk keperluan berlibur, juga dapat dipakai untuk berbagai kebutuhan lainnya. Pasalnya, Traveloka PayLater juga dapat dipergunakan pada berbagai platform lain, termasuk sejumlah e-commerce. Saya sendiri sudah menggunakan dan merasakan kemudahan pemakaiannya. 

Adapun, untuk melakukan pengajuannya perlu melalui beberapa tahapan. Berikut ini adalah cara daftar PayLater Traveloka! 

  • Syarat usia minimal untuk pengajuan adalah 21 tahun sedangkan usia maksimal adalah 70 tahun. 
  • Masuk ke aplikasi Traveloka, cari TravelokaPay lalu tekan. Setelah itu, pilihlah opsi PayLater. 
  • Setelah berada di halaman PayLater, isi informasi yang diminta selengkap mungkin. Informasi yang diminta sendiri meliputi data pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Isi informasi ini dengan benar supaya layanan ditolak tidak terjadi. Sebab, ini dapat menjadi penyebab kenapa tidak bisa digunakan apabila sudah ditolak. 
  • Siapkan dokumen seperti KTP dan foto selfie untuk proses verifikasi
  • Diperlukan waktu sekitar 1 jam untuk melakukan proses verifikasi. Verifikasi sendiri akan dilakukan pihak Traveloka via telepon pada jam kerja. Karena itu, isilah nomor telepon aktif yang kamu berikan pada pengisian informasi sebelumnya ya! 
  • Jika proses verifikasi sudah disetujui, artinya Traveloka PayLater milikmu telah dapat dipakai dalam bertransaksi. Apabila tidak bisa digunakan setelah verifikasi, maka bisa jadi prosesnya tidak berhasil. 

Nilai Plus yang Bisa Didapat Dari Menggunakan Traveloka PayLater 

Sebagai informasi, PayLater Traveloka sendiri memiliki beberapa nilai plus seperti:  

1. Tenor Cicilan Sampai 12 Bulan   

Perlu kamu tahu, tenor cicilan di Traveloka PayLater berkisar dari 1 hingga 12 bulan. Bahkan, jika skor kredit terus meningkat dan riwayat cicilan selalu tepat waktu, dapat berkesempatan untuk meraih tenor cicilan yang dapat diperpanjang hingga 24 bulan. 

2. Limit Kredit Hingga 50 Juta Rupiah   

Sebagai informasi, limit Traveloka PayLater yang bisa kamu dapatkan pada awalnya setelah membuat pengajuan adalah sekitar 10 juta Rupiah. Meski begitu, limit PayLater Traveloka ini bisa meningkat seiring waktu. Limit kredit ini sendiri dapat meningkat hingga mencapai jumlah 50 juta Rupiah.

3. Bunga yang Cukup Rendah

Kisaran bunga pada Traveloka PayLater diketahui ada pada 2,25 hingga 4,8% per bulan. Kisaran bunga ini bisa dibilang cukup rendah. Soal denda keterlambatan pembayarannya sendiri ada pada angka 5% setiap bulan. Walaupun denda keterlambatannya rendah, kamu hanya dapat terlambat membayar cicilannya maksimal 3 bulan ya!

4. Dapat Dipakai Di Luar Traveloka

Nilai plus terakhir yang mungkin menarik bagi banyak orang adalah Traveloka PayLater dapat digunakan tidak hanya di aplikasi Traveloka saja. Dengan fitur terbaru yang diluncurkan, yakni Traveloka PayLater Virtual Number, kamu bisa menggunakannya untuk bertransaksi di berbagai platform digital, tidak terkecuali sejumlah e-commerce ternama. 

Saya sendiri juga sudah sempat mencobanya dengan membeli handphone pada salah satu e-commerce. Proses pembeliannya sendiri menjadi sangat cepat dengan menggunakan Virtual Number dari Traveloka PayLater ini. Untuk bertransaksi, saya hanya perlu memasukkan sejumlah Virtual Number yang sebelumnya sudah didapatkan di aplikasi Traveloka. 

Hanya saja, yang perlu kamu ingat dalam menggunakan Virtual Number ini adalah hanya dapat digunakan satu kali. Sebab, satu Virtual Number hanya valid untuk satu kali transaksi. Selain itu, minimal transaksi yang dilakukan harus memiliki nominal minimal 50 ribu Rupiah. Berikut ini langkah-langkah untuk menggunakannya: 

  • Setelah masuk aplikasi Traveloka, lalu pilih TravelokaPay dan selanjutnya ke bagian PayLater. 
  • Setelah berada di halaman PayLater, klik tombol ajukan pada bagian level up.  
  • Setelahnya, kamu akan masuk ke halaman yang isinya cara kerja dari Virtual Number. Setelah membaca dan memahaminya, tekan permintaan untuk mendapatkan Virtual Number.
  • Setelah mendapatkan kode OTP, lanjutkan ke proses pengajuan.
  • Apabila pengajuan sudah disetujui, Virtual Number yang kamu dapatkan sudah bisa dipakai untuk bertransaksi.

Kesimpulan

Itulah PayLater Traveloka Review dari artikel ini. Sebagai pengingat, layanan Paylater seperti Traveloka PayLater tidak sama dengan jasa peminjaman dana tunai. Untuk itu, aktivitas gestun PayLater Traveloka tidak diperbolehkan karena merupakan tindakan ilegal. 

Sebagai informasi, PayLater dari Traveloka sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Karena itu, semua riwayat kredit para pengguna wajib dilaporkan ke OJK secara berkala. Makanya, jika pada riwayat kredit ditemukan aktivitas gestun PayLater Traveloka, tentu akan berpengaruh pada skor BI Checking milikmu. 

Tentu, kamu tidak ingin kesulitan untuk mengajukan kredit setelahnya gara-gara hal tersebut bukan? Untuk itu, sebaiknya lebih berhati-hati ya!